Selasa, 17 Januari 2017

MIMPI BERTEMU NABI MUHAMMAD SAW


Description: D:\LULUBNA\Acak\download.jpg

Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh

Malam ini saya ingin sedikit bercerita tentang mimpi yang saya alami sendiri. Pada tanggal 5 Desember 2016 malam, tapi saya kurang mengetahui jam berapa tepatnya, pokoknya dini hari. Malam itu jujur saja saya sedang tidak membayangkan hal-hal yang aneh-aneh. Hanya saja baru-baru ini saya telah menyimak ceramah dari Ustad Zulkifli mengenai “Huru-hara Akhir Zaman” dan saya sedang mengkhawatirkan hal tersebut.

Malam itu, saya sempat terbangun terlebih dahulu dari tidur lalu saya pindah ke kamar adik bungsu saya. Sewaktu berpindah kamar tidur ke kamar adik saya itulah saya mulai bermimpi, padahal waktu tidur part 1 saya tidak bermimpi apapun.

Description: D:\LULUBNA\Acak\images.jpg

Ceritanya begini, mimpi saya ini berkaitan dengan hal-hal yang saya khawatirkan mengenai akhir zaman. Tiba-tiba di mimpi tersebut saya tengah duduk di tengah-tengah kerumunan orang-orang arab entah mengapa saya merasa tengah berada di mekkah atau madinah dan hari itu adalah akhir zaman. tiba-tiba dari arah berlawanan munculah sekelompok orang dan ditengah-tengah kerumunan orang-orang tersebut terdapat Imam Mahdi dan Nabi Muhammad SAW. Orang-orang disekitar saya berteriak-teriak mengatakan “Nabi Muhammad! Nabi Muhammad”. Saya seketika menyadari bahwa di tengah-tengah kerumunan orang tersebut terdapat Nabi Muhammad SAW. Mata saya langsung tertuju pada Nabi Muhammad SAW dan kurang memperhatikan orang-orang disekitar beliau. Rupa dari Nabi Muhmmad SAW ini dapat langsung terlihat jelas dari cahaya putih yang menyinari seluruh tubuh beliau dan beliau mengenakan gamis berwarna putih. Hal ini sangat kontras terlihat dari orang-orang disekitar beliau. Saya melihat wajahnya dan saya tidak ingin menceritakan hal ini. Cahaya yang menerangi seluruh tubuh beliau jelas sekali menandakan beliau merupakan orang yang sangat suci.

Disini saya bingung, mengapa saya menerima mimpi ini? Ini pertanda apa? Saya hanya orang biasa seperti umumnya orang biasa. saya bahkan tidak ingat di kala itu saya membaca do’a atau tidak sebelum tidur. Setelah mendapat mimpi itu pun saya bingung dan sangat bingung, bukannya bahagia atau sedih. Saya pernah menonton di salah satu acara tv bahwa anak dari Ustadz Yusuf Mansyur yaitu Wirda Mansyur pernah bermimpi hal yang sama, waktu itu yusuf mansyur menangis terharu mendengar bahwa anaknya pernah bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW. Saya sangat merasa bingung? Karena hanya kebingungan yang saya rasakan, saya merasa kalau anaknya ustad yusuf mansyur sangat pantas mendapat mimpi itu karena dia anak solehah ditambah lagi hafal Al-Qur'an dan saya merasa tidak pantas karena saya bukan siapa-siapa 

Itu saja yang dapat saya ceritakan, apabila terdapat kesalahan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya.


Wassalamu’alaikum wa rahmatullohi wa barokatuh

Minggu, 25 September 2016

JATI DIRI?!


Assalamualaikum para pembaca sekaliaaaaaan... kali ini saya akan membahas tentang jati diri nih.
kenapa dengan jati diri?
ada apa dengan jati diri?
saya akan membahas jati diri berdasarkan pengamatan saya ya! jadi, bukan untuk disalahkan tapi dibenarkan saja ya... hahay
engga ding bercanda, lebih baik kita diskusikan bersama-sama. saya lebih suka berdiskusi karena kalo menurut saya lebih memecahkan masalah daripada berdebat yang kita enggak tau titik terangnya. lebih baik hindari perdebatan selagi bisa.
setuju?
Ya harus setuju!
kalo enggak setuju, coment aja dibawah karena saya pun masih belajar memaknai kehidupan.

okay kita langsung saja!
menurut saya jati diri adalah pandangan manusia mengenai berjalannya kehidupan.
apa yang ingin anda lakukan kedepannya?
atau
bagaimana anda harus bersikap?
 itu adalah jati diri.


mengapa anda harus mengetahui apa yang ingin anda lakukan kedepannya?
karena dengan mengetahui apa yang ingin anda lakukan kedepannya, layaknya seperti anda menemukan konsep hidup anda. anda sudah menemukan cita-cita anda kedepannya, bagaimana tujuan hidup anda, anda sudah tau. jika gagal? anda pasti akan mencoba jalan lain untuk meluruskannya seperti semula. mungkin tidak sama tetapi tidak berbeda jauh karena anda sudah terkonsep. apabila anda sudah tau konsep hidup anda, berarti anda mengetahui step by step apa yang harus anda lalui agar tujuan anda tercapai. anda tau sebab akibatnya karena anda mengetahui resikonya dan anda pun tau ini merupakan jalan yang terbaik bagi anda.

mengenai bagaimana anda harus bersikap?
hal ini beriringan dengan apa yang ingin anda lakukan kedepannya. seperti apabila anda ingin makan berarti anda harus minum. apabila anda ingin mencapai tujuan hidup anda berarti ada hal yang harus anda yakini. seseorang yang yakin akan sesuatu hal, ia tidak akan goyah apabila terjadi badai yang menerjang dengan sangat kuatnya. apabila terjadi suatu masalah, ia akan menganggapnya sebagai angin lalu yang memberikan dampak sedikit ataupun hikmah yang dapat dipetik dari masalah tersebut. masalah selalu memberikan manfaat yang tidak kita rasakan sekarang tapi barulah terasa manfaatnya dikemudian hari. dengan menentukan sikap, berarti anda sudah meyakini ideologi tertentu dalam diri anda sendiri. anda yakin terhadap sikap yang anda ambil, bagaimana bersikap dihadapan orang lain, bahkan pada beberapa orang sikap yang anda ambil ternyata berbeda. itu karena orang lain memiliki karakter yang berbeda-beda tiap individu, anda sudah tau orang mana yang akan mendukung anda ataupun menjatuhkan anda. karena itulah anda harus bersikap.

kapan seseorang bisa menemukan jati diri?
saya rasa tidak semua orang dapat menemukan jati dirinya, karena jati diri itu muncul pada orang-orang yang mendapatkan masalah bertubi-tubi dan ia segera memaknai masalah tersebut. seperti kata-kata berikut "Menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa itu pilihan". banyak orang yang terlambat menemukan jati diri ataupun tidak menemukannya sama sekali karena orang tersebut tidak memaknai setiap masalah yang ia hadapi atau bahkan menganggap masalah itu merupakan hal yang harus ia buang jauh-jauh. padahal apabila kita bijak, masalah itu bukan sesuatu yang harus ditakuti atau dihindari tapi merupakan proses kehidupan. seiring berjalannya waktu, masalah hanya masalah yang sudah terjadi dan apabila terungkit kembali, orang-orang akan melupakannya. hal yang terburuk apabila masalah itu terungkit kembali adalah menjadi sejarah dikemudian hari. tetapi...
"Sejarah itu untuk dikenang, Bukan untuk dirasakan kembali rasa sakitnya"